| |
Wacana BLBI naik turun bak roll coster. Sekali terayun ke atas, tapi dengan cepat nyungsep ke bawah. Karena itu, tidak mengherankan penuntasan kasus ini tak pernah tuntas.
Saat ini, wacana BLBI kembali melesat. Dimulai oleh SBY, diikuti oleh pengamat. Apapun motifnya, ini tetap sebuah momentum.
Tapi, marilah kita sepakati satu hal: BLBI itu terlalu rumit, bercabang-cabang dan penuh jebakan. Jika tak hati-hati, mudah kandas dan atau menimbulkan rasa frustasi belaka.
Kata kuncinya: prioritas. Lantas, bagaimana menetapkan prioritas tersebut?
Salah satu caranya, dengan mendek...
|
|